Facebook Twitter RSS

Senin, 14 Mei 2012

Kerabat Kornel Harap Hasil Identifikasi Korban Sukhoi Cepat Diumumkan

Jakarta Proses identifikasi terhadap jasad korban Sukhoi SuperJet 100 yang jatuh di Gunung Salak terus berlangsung. Kerabat salah seorang korban, Kornel Sihombing, berharap proses identifikasi terhadap jasad korban Sukhoi bisa selesai secepatnya.

"Jadi kami tetap berharap secepatnya, biar keluarga tidak simpang siur," ujar kerabat Kornel, Komara, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (14/5/2012).

Komara mendatangi RS Polri untuk menemani anak tertua Kornel, Qarin (12), untuk melengkapi kekurangan tes DNA. Keduanya tiba di RS Polri pukul 18.00 WIB.

Komara mengatakan pihak keluarga Kornel masih menunggu informasi yang pasti dari pihak Polri. Kepastian informasi tentang Kornel yang diterima pihak keluarga, kata Komara, untuk menghilangkan kesimpangsiuran.

Sementara itu, Qarin mengatakan dirinya hanya dimintai sampel air liur oleh petugas identifikasi untuk lebih memastikan DNA. Qarin mengungkapkan terakhir bertemu ayahnya sebelum berangkat sekolah pada Rabu (9/5) pagi.

"Papa saya pergi sebelum saya pergi sekolah. Jadi belum ketemu lagi. Kalau mamah ada di Bandung," tutur Qarin.

Kornel M Sihombing (48) adalah salah seorang penumpang Sukhoi SuperJet 100 yang menabrak tebing di Gunung Salak, Jawa Barat. Kornel merupakan Kepala Divisi Integrasi Usaha PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dia ikut terbang karena ditunjuk perusahaannya, untuk penjajakan kerja sama antara PT DI dan Sukhoi.

Hingga kini Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramatjati telah menerima sekitar 25 kantong jenazah korban Sukhoi, 4 kantong di antaranya berisi barang-barang korban. DVI RS Polri menyatakan proses identifikasi jenazah korban Sukhoi SuperJet 100 diperkirakan baru bisa selesai dalam waktu 2 minggu.

(rmd/vit)

0 komentar:

Posting Komentar