RS Polri: Seluruh Jenazah Korban Sukhoi Bakal Direkonstruksi
Selasa, 15/05/2012 21:22 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
Jakarta
Tim forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta, memastikan
akan merekonstruksi semua korban Sukhoi SuperJet 100 yang tewas. Meski
kondisi jenazah tidak utuh, proses identifikasi tetap berjalan seperti
biasa.
Kepala RS Polri, Brigjen Pol Agus Prayitno, menerangkan potongan tubuh yang terkecil pun akan diidentifikasi supaya bisa direkonstruksi dengan potongan lainnya. Dengan demikian, keluarga korban bisa menguburkannya dengan utuh.
"Jadi setiap potongan terkecil pun akan kita tes DNA," kata Agus saat berbincang dengan detikcom, Selasa (15/5/2012).
Menurut Agus, potongan tubuh terkecil yang diterima timnya berukuran 5 cm. Dia tidak tahu apakah tim SAR hanya mengambil potongan besar saja. Yang jelas, semua bagian itu bakal dites DNA.
"Bisa ketahuan dari tes DNA, kalau cuma visual saja kan sulit, yang bisa menentukan itu kan hasil tes DNA," terangnya.
"Nanti dari hasil DNA baru bisa direkonstruksi," sambung Agus.
Evakuasi korban jatuhnya Pesawat Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak terus dilanjutkan meski sudah melalui batas hari evakuasi selama 7 hari. Sejauh ini Basarnas tidak menemukan korban yang masih hidup.
Hingga hari ke 7 ini Tim Basarnas sudah mengumpulkan 27 kantong jenazah. Kantong jenazah itu diserahkan langsung ke RS Polri untuk diidentifikasi.
(mad/mad)
Kepala RS Polri, Brigjen Pol Agus Prayitno, menerangkan potongan tubuh yang terkecil pun akan diidentifikasi supaya bisa direkonstruksi dengan potongan lainnya. Dengan demikian, keluarga korban bisa menguburkannya dengan utuh.
"Jadi setiap potongan terkecil pun akan kita tes DNA," kata Agus saat berbincang dengan detikcom, Selasa (15/5/2012).
Menurut Agus, potongan tubuh terkecil yang diterima timnya berukuran 5 cm. Dia tidak tahu apakah tim SAR hanya mengambil potongan besar saja. Yang jelas, semua bagian itu bakal dites DNA.
"Bisa ketahuan dari tes DNA, kalau cuma visual saja kan sulit, yang bisa menentukan itu kan hasil tes DNA," terangnya.
"Nanti dari hasil DNA baru bisa direkonstruksi," sambung Agus.
Evakuasi korban jatuhnya Pesawat Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak terus dilanjutkan meski sudah melalui batas hari evakuasi selama 7 hari. Sejauh ini Basarnas tidak menemukan korban yang masih hidup.
Hingga hari ke 7 ini Tim Basarnas sudah mengumpulkan 27 kantong jenazah. Kantong jenazah itu diserahkan langsung ke RS Polri untuk diidentifikasi.
(mad/mad)

0 komentar:
Posting Komentar